Badan Usaha Milik Desa yang mengubah limbah sabut kelapa menjadi produk fungsional yang bernilai ekonomis melalui pemberdayaan masyarakat desa. Olahan limbah kelapa menghasilkan cocopeat, cocofiber, coco bristle dan berbagai produk kerajinan tangan. Melalui inovasi ini, BUMDes tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat desa serta meningkatkan perekonomian lokal secara berkelanjutan.
Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang merangkul perempuan desa, memberikan peluang ekonomi melalui pengolahan lidi nipah dan sumber daya alam. Seperti pembuatan piring lekah, sapu lidi nipah, souvenir dan olahan pisang. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan desa, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kelompok PKK mengolah bahan alami menjadi produk berharga menggunakan teknik ecoprint. Dengan memanfaatkan daun, bunga, dan bahan alami lainnya menciptakan motif unik dan pewarna yang ramah lingkungan. Melalui usaha ini, kelompok PKK tidak hanya melestarikan seni tradisional, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi ibu-ibu rumah tangga, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menggerakkan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Kelompok Perempuan Al-Mujahidin memanfaatkan potensi lokal dengan mengolah sagu rendang menjadi keripik sagu bernilai ekonomi sebagai alternatif sumber pendapatan keluarga, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Upaya ini juga menjadi bagian dari pelestarian budaya dan tradisi olahan sagu yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Desa Batang Sari.
Desa Sungai Bela memiliki potensi perikanan yang melimpah, salah satunya ikan rucah yang dapat diolah menjadi tepung ikan berprotein tinggi sebagai bahan pakan ternak. Pemanfaatan hasil perikanan ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi ikan rucah, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha dan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat.
Butuh Informasi lebih lanjut?
Email Kami