Wirausaha Sosial

Apa itu Wirausaha sosial

Membangun usaha, memberi manfaat

Wirausaha sosial bentuk usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan masyarakat melalui pemanfaatan inovasi serta potensi lokal. Melalui pendampingan wirausaha, masyarakat pesisir didorong untuk mengembangkan usaha yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan, menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pelestarian lingkungan. Dari pesisir tumbuh semangat berkarya untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
Bross Sabut Kelapa
Cocobristle
Cocopeat
Gantungan Kunci Sabut
Piring Lekah
Pot Sabut
Produk Ecoprint
Sendal Sabut
Tas Sabut Kelapa
Keripik Sagu
DESA SUNGAI PIYAI

BUMDes Karya Andespy

 

Badan Usaha Milik Desa yang mengubah limbah sabut kelapa menjadi produk fungsional yang bernilai ekonomis melalui pemberdayaan masyarakat desa. Olahan limbah kelapa menghasilkan cocopeat, cocofiber, coco bristle dan berbagai produk kerajinan tangan. Melalui inovasi ini, BUMDes tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat desa serta meningkatkan perekonomian lokal secara berkelanjutan.

KELURAHAN SAPAT

KUPS AS-Syifa

 

 

 

Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang merangkul perempuan desa, memberikan peluang ekonomi melalui pengolahan lidi nipah dan sumber daya alam. Seperti pembuatan piring lekah, sapu lidi nipah, souvenir dan olahan pisang. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan desa, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

DESA IGAL DAN PULAU CAWAN

Ecoprint (Kelompok PKK)

 

 

Kelompok PKK mengolah bahan alami menjadi produk berharga menggunakan teknik ecoprint. Dengan memanfaatkan daun, bunga, dan bahan alami lainnya menciptakan motif unik dan pewarna yang ramah lingkungan. Melalui usaha ini, kelompok PKK tidak hanya melestarikan seni tradisional, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi ibu-ibu rumah tangga, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menggerakkan ekonomi desa secara berkelanjutan.

DESA BATANG SARI

Kelompok Al-Mujahiddin

 

 

Kelompok Perempuan Al-Mujahidin memanfaatkan potensi lokal dengan mengolah sagu rendang menjadi keripik sagu bernilai ekonomi sebagai alternatif sumber pendapatan keluarga, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Upaya ini juga menjadi bagian dari pelestarian budaya dan tradisi olahan sagu yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Desa Batang Sari.

DESA SUNGAI BELA

Pengelolaan Ikan Rucah

 

 

Desa Sungai Bela memiliki potensi perikanan yang melimpah, salah satunya ikan rucah yang dapat diolah menjadi tepung ikan berprotein tinggi sebagai bahan pakan ternak. Pemanfaatan hasil perikanan ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi ikan rucah, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha dan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat.

Artikel Terkait