
Kepiting bakau berperan penting dalam siklus ekologi mangrove. Daun-daun bakau yang gugur akan dimakan dan dihancurkan oleh kepiting, lalu diubah menjadi nutrisi yang menyuburkan tanah. Selain itu, lubang-lubang yang mereka gali di lumpur membantu sirkulasi air dan udara, sehingga akar mangrove bisa tumbuh lebih kuat. Dengan begitu, kepiting bakau menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung kehidupan organisme lain di sekitarnya.
Secara umum, kepiting bakau terbagi menjadi empat jenis utama di dunia:
1. Scylla serrata (kepiting Bakau)
Jenis ini adalah yang paling besar dan paling populer. Cangkangnya berwarna hijau tua atau kecokelatan dengan capit kuat. Kepiting ini banyak ditemukan di Asia Tenggara, India, hingga Afrika Timur. Karena ukurannya besar dan dagingnya tebal, S. serrata menjadi primadona dalam perdagangan kepiting.
2. Scylla tranquebarica
Ciri khasnya adalah adanya warna ungu pada bagian kaki dan capit. Tubuhnya lebih ramping dibanding S. serrata, namun tetap memiliki nilai ekonomi yang baik. Jenis ini umum dijumpai di kawasan Indo-Pasifik dan sering hidup di muara serta hutan bakau yang berair payau.
3. Scylla paramamosain (Kepiting Piyai)
Jenis ini berwarna abu-abu kehijauan hingga cokelat kusam dengan permukaan cangkang agak kasar. Mereka lebih tahan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrem, sehingga sering dibudidayakan di Vietnam, Tiongkok, dan Filipina.
4. Scylla olivacea
Ukuran tubuhnya relatif lebih kecil dengan capit pendek. Warna cangkangnya cokelat tua hingga kemerahan atau oranye. Meski tidak sebesar S. serrata, jenis ini sangat diminati karena rasanya gurih dan manis. Kepiting ini banyak ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Berdasarkan keterangan nelayan Kelurahan Sapat, hasil tangkapan kepiting yang terdapaada dua jenis, yaitu kepiting bakau (Scylla serrata) dan kepiting piyai (Scylla paramamosain). Kepiting bakau cenderung berada pada daerah yang berada lebih dekat dengan muara sungai besar sedangkan kepiting piyai berada di perairan yang lebih ke arah darat (sungai kecil/suak). Lokasi wilayah perairan Kelurahan Sapat lebih ke arah darat sehingga kepiting piyai (Scylla paramamosain) lebih banyak didapatkan dan menjadi tangkapan utama.




Berdasarkan keterangan nelayan Kelurahan Sapat, hasil tangkapan kepiting yang terdapaada dua jenis, yaitu kepiting bakau (Scylla serrata) dan kepiting piyai (Scylla paramamosain). Kepiting bakau cenderung berada pada daerah yang berada lebih dekat dengan muara sungai besar sedangkan kepiting piyai berada di perairan yang lebih ke arah darat (sungai kecil/suak). Lokasi wilayah perairan Kelurahan Sapat lebih ke arah darat sehingga kepiting piyai (Scylla paramamosain) lebih banyak didapatkan dan menjadi tangkapan utama.
Perbedaan jenis kelamin kepiting bakau jantan dan betina adalah kepiting jantan biasanya memiliki katup perut berbentuk segi tiga memanjang dan ukuran capit yang lebih besar, sedangkan kepiting betina memiliki katup perut yang berbentuk setengah lingkaran dengan capit yang cenderung lebih kecil.





