Mangrove

Pengelolaan ekosistem mangrove berbasis masyarakat adalah upaya pelestarian dan pemanfaatan mangrove yang melibatkan masyarakat lokal sebagai pengelola utama. Melalui partisipasi aktif, masyarakat berperan dalam perlindungan, rehabilitasi, pemantauan, dan pemanfaatan mangrove secara berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Apa yang dilakukan?

Pengelolaan Hutan Desa :

Hutan Desa merupakan skema perhutanan sosial yang memberikan hak kelola kepada masyarakat desa untuk memanfaatkan dan melestarikan hutan secara berkelanjutan. LPHD (Lembaga Pengelola Hutan Desa) berperan dalam perencanaan dan pengelolaan hutan, sedangkan Pokmaswas (Kelompok masyarakat Pengawas) melakukan pengawasan partisipatif untuk mencegah pembalakan liar dan kerusakan lingkungan. Sinergi antara LPHD dan Pokmaswas menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan hutan desa yang lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rehabilitasi Mangrove:

Kegiatan rehabilitasi mangrove berbasis pendampingan masyarakat merupakan upaya pemulihan ekosistem pesisir yang rusak melalui pelibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan, penyemaian bibit, penanaman, hingga pemeliharaan. Selain menjaga keanekaragaman hayati dan meningkatkan kualitas lingkungan, rehabilitasi mangrove juga mendukung sumber penghidupan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Kegiatan ini turut berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim karena mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar.

Baseline Mangrove:

Pengumpulan data mangrove merupakan kegiatan pendataan kondisi ekosistem mangrove secara sistematis, meliputi luas tutupan, jenis vegetasi, kerapatan, tingkat kerusakan, dan kondisi lingkungan sekitarnya. Data diperoleh melalui survei lapangan, pengukuran langsung, serta pemanfaatan teknologi pemetaan. Informasi ini menjadi dasar penting dalam perencanaan rehabilitasi, monitoring dan evaluasi, serta pengambilan kebijakan pengelolaan mangrove yang berkelanjutan. Selain itu, data mangrove membantu mengidentifikasi potensi dan permasalahan sehingga intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran.

Pembelajaran :

Pembelajaran mangrove merupakan kegiatan edukasi lingkungan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya ekosistem mangrove. Kegiatan ini dikemas melalui materi edukatif, diskusi interaktif, serta praktik lapangan, seperti penanaman dan pengamatan mangrove. Melalui pendekatan tersebut, generasi muda tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga terdorong untuk berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.