Ekowisata Mangrove : Kampung Sei Rawa & Kampung Rawa Mekar Jaya Kab. Siak

Ekowisata Mangrove : Kampung Sei Rawa & Kampung Rawa Mekar Jaya Kab. Siak
0 comments, 15/06/2017, by , in Featured

Mitrainsani.or.id | Ekowisata (ectourism) merupakan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan aspek konservasi alam, dimana aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Kali ini Tim dari Yayasan Mitra Insani (YMI) melakukan perjalanan untuk melihat potensi ekowisata yang ada di kawasan pesisir Siak, tepatnya di Kampung Sei Rawa & Kampung rawa mekar jaya Kec. Sungai Apit Kabupaten Siak. YMI sangat mendorong bagaimana kawasan pesisir dikelola penuh oleh masyarakat dengan tetap memperhatikan asepk lingkungannya. Saat ini kampung Sei Rawa dan Kampung Rawa Mekar Jaya telah melakukan upaya penyelamatan Ekosistem Mangrove dengan menjadikannya sebagai objek destinasi wisata.
(foto Mangrove sei rawa)

Setiap harinya banyak orang yang berkunjung kelokasi ini, hanya sekedar untuk bersantai dan berfoto. Tidak dikenakan tarif untuk masuk ke objek wisata khusus ini, hanya saja setiap pengunjung dibebankan biaya parkir tiap-tiap kendaraan yang dibawa oleh pengunjung, dana yang terkumpul dijadikan kembali untuk biaya operasional bagi kelompok pengelola.

Kunjungan akan semakin tinggi saat musim liburan, ujar Setiono selaku ketua Kelompok pengelola wisata mangrove Kampung Rawa Mekar Jaya. Kunjungan ini datang dari berbagai daerah, baik dari kabupaten siak, hingga dari luar kabupaten, selain itu kunjungan – kunjugan dari luar negara Indonesia dengan tujuan penelitian pun sudah sampai kemari, tambahnya.

Seperti yang kita ketahui bahwa ekosiste mangrove merupakan laboratorium alami bagi para peneliti dibidang lingkungan dan biologi, banyak aspek yang dapat diteliti disini, keragaman tumbuhan dan hewan dapat kita jumpai dikawasan mangrove.

Saat ini ekowisata mangrove di kampung Sungai Rawa dan Kampung Rawa Mekar Jaya membutuhkan pengembangan dalam peningkatan pengelolaan wisatanya, YMI bersama Pemerintahan Desa dan Kelompok Pengelola telah melakukan diskusi dan merancang beberapa kegiatan yang dapat menunjang untuk peningkatan tersebut.

“Tantangan terbesar yang dihadapi dalam menjaga ekosistem mangrove ini ada di Kampung Sungai Rawa” ujar Junaidi selaku tokoh masyarakat, limbah – limbah kayu yang hanyut di perairan menghantam tumbuhan bakau dan merusak tumbuhan yang ada, saat ini belum ada penindakan lebih jauh bagaimana mengupayakan kayu-kayu perusahaan yang hanyut tidak lagi menghantam tumbuhan bakau,. Terang Junaidi.

Junaidi selaku masyarakat lokal memiliki inisiatif dalam menjaga kawasan mangrove yang telah rusak, beliau telah melakukan penanaman sejak 10 tahun terakhir dikawasan yang telah habis. “Mangrove yang ada di Kampung Sungai Rawa ini sudah rusak dahulunya, karena pernah ada pabrik pembuatan arang bakau, setelah pabrik itu tutup dan meninggalkan kerusakan saya berinisiatif untuk kembali melakuka penanaman, baik itu dengan cara sendiri dan dibantu oleh pihak – pihak lainnya” jelas Junaidi.

Junaidi mengatakan bahwa sudah terjadi pengikisan tanah disekitaran kawasan objek wisata mangrove ini, jika tidak cepat dilakukan penanaman ini akan berakibat fatal bagi kampung sungai rawa.

Didalam Objek Wisata Mangrove Kita Dapat melakukan perjalan dengan meewati jalur – jalur yang telah disediakan, baik itu di Wisata Mangrove Sei Rawa dan Rawa Mekar Jaya. Telah disediakan tempat – tempat untuk beristirahat bagi pengunjung, selain itu pengunjung boleh ikut menaman bibit tanaman bakau yang telah disediakan dan sesuai dengan arahan pengelola.