Aktifitas Perempuan Dalam Mendukung Pembangunan Kenegerian Gunung Sahilan

Aktifitas Perempuan Dalam Mendukung Pembangunan  Kenegerian Gunung Sahilan
0 comments, 07/08/2017, by , in Featured

Mitrainsani.or.id| Dalam proses pembangunan desa, keterlibatan masyarakat adalah salah satu peran utama yang sangat diperlukan. Peran serta ini melibatkan kaum laki – laki dan kaum perempuan dalam banyak aspek pembangunan. Keterlibatan kaum perempuan dalam ketahanan ekonomi juga menjadi bagian penting, terlebih lagi jika kaum perempuan mampu membagi waktu luang dengan mengisi aktifitas yang produktif dengan menghasilkan macam-macam produk dengan nilai ekonomis didalamnya.

Kenegerian Gunung Sahilan adalah kesatuan wilayah adat yang memiliki dua desa, Desa Gunung Sahilan dan Desa Sahilan Darussalam, Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar. Di dua desa ini terdapat kelompok perempuan yang beraktifitas menghasilkan kerajinan tangan dengan bahan baku dasar dari alam. Kelompok ini telah lama berdiri sejak tahun 2010 yang sampai saat ini telah menghasilkan banyak produk.
YMI Madu Gunung Sahilan
Madu asli Gunung Sahilan adalah salah satu produk yang berhasil dipromosikan oleh kelompok perempuan ini, madu yang didapat dari pohon sialang yang tumbuh dikawasan hutan kenegerian Gunung Sahilan saat ini telah menjadi komoditi bagi pelaku madu disini. Selain itu hasil dari turunan madu adalah pemanfaatan sarang lebah yang tersisa yang diolah menjadi lilin madu (beeswax) dengan aroma terapi. Dua produk ini telah banyak mengikuti pameran – pameran industri kreatif yang ditaja oleh swasta dan pemerintahan.
Selain dari madu terdapat kerajinan tangan berupa anyaman pandan, bahan baku yang berlimpah dimanfaatkan oleh ibu-ibu untuk menghasilkan banyak produk, seperti tudung saji, tikar, sendal, tas, topi dengan ragam motif serta fungsi lainnya. Harga jualnya pun bermacam-macam tergantung dari bentuk, ukuran dan lama proses pembuatannya.
YMI Kerajinan Tangan Anyaman Panda
Rosni, 45 tahun adalah salah satu penggagas dari kelompok perempuan di Kenegerian Gunung Sahilan, beliau mengatakan bahwa inisiatif ini dilakukan untuk kepentingan bersama dimasa yang akan datang, bahwa perempuan di desa memiliki banyak waktu kosong setelah beraktifitas rutin setiap harinya. Dengan memanfaatkan sumber bahan baku yang tersedia di desa kenapa tidak mencoba untuk membuat produk – produk yang memiliki nilai jual.

Rosni juga mengakui bahwa sebelum terjadinya banyak kendala penjualan dari produk hasil kelompok ini mampu menjadi pendapatan alternatif bagi ketahanan ekonomi masyarakat d kampong terkhusus bagi ibu – ibu dalam memenuhi sebagian kecil kebutuhan utama untuk dirumah.

Saat ini terdapat beberapa hambatan utama dalam proses pengembangan produk tersebut, madu tetap menjadi komoditi jika keberadaan hutan tetap ada, produk lilin madu aroma terapi saat ini terkendala oleh bahan baku yang sulit didapat dan harga jual yang sudah sangat melambung tinggi membuat kelompok perempuan tersebut tidak lagi melirik produk lilin aroma terapi sebagai prioritas. Anyaman pandan salah satu kerajinan yang masih tetap terus diproduksi, akan tetapi tidak diproduksi dalam jumlah banyak, hal ini dikarenakan kurangnya promosi sehingga tidak banyak yang mengetahui tentang anyaman pandan tersebut.