Desa Concong dalam : Potensi Kerusakan Mangrove dengan Tantangannya Part 1

Desa Concong dalam : Potensi Kerusakan Mangrove dengan Tantangannya Part 1
Desa Concong dalam : Potensi Kerusakan Mangrove dengan Tantangannya Part 1

Indonesia merupakan Negara kedua yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia, totalnya mencapai 95.181 Kilometer dengan karakter yang berbeda tiap garis pantai yang dipengaruhi oleh geografisnya atau campur tangan manusia. Dari garis pantai yang ada, Indonesia memiliki ekosistem mangrove sebesar 3.489.140,68 Ha yang mana jumlah ini setara dengan 23% ekosistem mangrove di dunia.

Hutan mangrove dapat dikatan sebagai hutan yang berada di daerah pasang surut, jika saat pasang kawasan akan tergenang air dan saat surut terbebas dari genangan. Hutan Mangrove juga bisa dikatakan memiliki habitat khusus yang dapat hidup dengan toleransi air mengandung garam ( asin ).

Kali ini sedikit cerita dari desa concong yang berada di Kecamatan concong Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Untuk menuju kedesa, dari pekanbaru menempuh jalan darat selama 8 jam perjalanan. Kemudian dilanjutkan dengan jalur air menggunakan perahu mesin melintasi sungai Indragiri selama 1 jam.  Desa concong dalam berada tepat di jalur Sungai batang prigi anak dari sungai Indragiri.

Desa concong dalam memiliki garis pantai dengan vegetasi mangrove sejati, vegetasi ini adalah jenis kelompok mangrove yang membentuk tegakan murni atau yang mendominasi didalam komunitas, yang hanya mampu hidup dengan dipengaruhi oleh pasang surut air laut ( Pantai dan muara sungai ) yang dasarnya berupa lumpur  endapan ( alluvial ). Ekosistem mangrove ini umumnya di dominasi oleh tumbuhan dari genera Rhizophora, Avicennia, Sonneratia dan Bruguiera. Jenis vegetasi mangrove ini memiliki kemampuan adaptasi yang khas hidup dan berkembang pada subtrat berlumpur, kadar garam tinggi, selalu tergenang, tanah kurang stabil serta dipengaruhi oleh pasang surut.

 Masyarakat di desa concong dalam memiliki beberapa sumber kegiatan ekonomi antara lain sebagai   petani kelapa, nelayan dengan berbagai macam hasil tangkapan berupa aneka ragam udang, kepiting bakau, aneka ikan, pencari pucuk nipah dan pembuat arang bakau.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Be informed!

Sign up for newsletter