Ulil Amri : Batubara Mengancam Kanagarian Pangkalan Kapas

Ulil Amri : Batubara Mengancam Kanagarian Pangkalan Kapas
0 comments, 05/11/2016, by , in Featured

Mitrainsani.or.id | Aktifitas Penambangan batubara sedari dulu menimbulkan banyak dampak negatif dari segala aspek kehidupan.kerusakan ekosistem dan perubahan sosial budaya disuatu wilayah penambangan menjadi bukti nyata yang terjadi hampir diseluruh wilayah indonesia. Kebutuhan akan batubara di Indonesia untuk sumber energi menjadi bisnis yang primadona bagi para pemilik modal untuk berinvestasi emas hitam ini. Kanagarian Pangkalan Kapas, Kec. Kampar Kiri Hulu Kab. Kampar menjadi Salah satu yang telah diusulkan untuk menjadi kawasan konsesi penambangan batubara oleh PT. Buana Tambang Jaya.

ymi-batang-kapas
Foto Air Terjun Batang Kapas dengan Ketinggian Kurang Lebih 153 M

Pemerintah saat ini menjadikan batubara sebagai salah satu komoditi andalan negara, hal ini dibuktikan dengan adanya program ambisius dibidang energi untuk menghasilkan 35.000 MW. Program ini diindikasikan menjadi pemicu korporasi untuk melakukan eksplorasi di kawasan – kawasan yang di anggap memiliki potensi batubara di wilayah Indonesia.

Saat ini Kanagarian Pangkalan Kapas merupakan daerah yang akan terdampak langsung dari konsesi pertambangan Batubara milik PT. Buana Tambang Jaya. Perusahan ini telah lama memperoleh ijin eksplorasi dari pemerintah kabupaten, dan untuk izin eksplorasinya sendiri telah diperpanjang sejak 2010 melalui SK Bupati 545/D.P.E/IUP/2010/44.
lokasi-btj
Peta Wilayah Eksplorasi dan Rencana Penambangan Batubara PT. Buana Tambang Jaya

Kanagarian Pangkalan Kapas terdiri dari 4 desa, yaitu Desa Kebun Tinggi, Desa Lubuk Bigau, Desa Pangkalan Kapas dan Desa Tanjung Permai. Kanagarian ini berada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Luas kawasan yang akan di eksploitasi sekitar 2,833 Ha ini berada di dalam perkampungan dan perkebunan masyarakat Kanagarian Pangakalan Kapas.

Ulil Amri menyebutkan bahwa akan banyak aspek –aspek kehidupan yang akan hilang jika PT. Buana Tambang Jaya beroperasi di wilayah ini, aspek ekonomi dan sosial masyarakat adalah hal pertama yang akan rusak di samping aspek ekologi kawasan. “kanagarian pangkalan kapas merupakan wilayah hulu DAS Kampar, terdapat banyak potensi dikawasan ini, kemudian bisa dibayangkan bagaimana pengrusakan yang terjadi dapat mematikan aktifitas masyarakat yang menjadikan sungai sebagai sumber kehidupan mereka.” Ujar ulil Amri selaku Staf Yayasan Mitra Insani (YMI).

ymi-pemanfaatan-sungai
Foto Pemanfaatan Sungai Bagi Masyrakat Hulu DAS Kampar

“sungai sebagai urat nadi masyarakat dan ada budaya yang hadir disana, pencemaran air dapat menghilangkan kearifan lokal masyarakat adat seperti lubuk larangan, ritual semah rantau dan balimau bakasai, kemudian krisis air bersih dan punahnya spesies ikan yang menopang kebutuhan gizi dan ekonomi, dan itu akan terjadi pada ratusan desa di kawasan DAS kampar dari hulu ke hilir” tambahnya.

“banyak potensi wisata yang terdapat di Kanagarian Pangkalan Kapas, salah satunya adalah air terjun Batang Kapas yang nantinya juga terancam hilang, kemudian terdapat 98% perkebunan karet masyarakat di Kanagarian Pangkalan Kapas yang menjadi komoditi utama, sumber ekonomi disektor perkebunan terancam hilang jika PT. Buana Tambang Jaya melakukan eksploitasi, dan akan ada sekitar 1680 Jiwa akan direlokasi dari perkampungan” Ulil Amri