Sosialisasi Tentang Kebakaran Hutan Melalui Radio Komunitas

Sosialisasi Tentang Kebakaran Hutan Melalui Radio Komunitas
Comments Off on Sosialisasi Tentang Kebakaran Hutan Melalui Radio Komunitas, 07/05/2014, by , in Related

Selasa malam, 29 April 2014 radio komunitas Selasih FM 107.7 beralamat di jalan Poros Desa Harapan Jaya dikunjungi tim dari Manggala Agni, dan juga tim pemadam kebakaran dari BBKSDA ( Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam, red) Riau. Pada kesempatan ini tersebut pihak BBKSDA Riau juga sekaligus diminta oleh Kepala Desa Harapan Jaya, Rasidi untuk memberi himbawan dan pemberitahuan lewat siaran radio Selasih FM terkait UU Kehutanan dan sangsi-sangsi hukum bagi pelaku kebakaran hutan dan lahan.

‘’Setiap pihak (orang perorang maupun lembaga) memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, sebagaimana diatur dalam (1). Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, (2). Undang-Undang RI No. 41 Tahun 1999 jo.No. 19 Tahun 2004 tentang Kehutanan, Pasal 48 Perlindungan Hutan, (3). Peraturan Pemerintah RI No. 4 Tahun 2001 tentang Pengendalian Kerusakan dan atau Pencemaran Lingkungan Hidup Yang Berkaitan Dengan Kebakaran Hutan Dan Atau Lahan, (4). Peraturan Pemerintah RI Nomor 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan, Pasal 9, (5). Peraturan Pemerintah RI No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Ayo, Bersama Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan’’ turur Erwin BBKSDA Provinsi Riau kepada Linda selaku penyiar Selasih FM yang disiarkan live.

dharja

Acara tersebut merupakan rangkaian dari Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran hutan Pada 29-30 April 2014, pelatihan ini diikuti tidak kurang dari 40 warga desa, yang terdiri dari 35 orang pria dan 5 orang wanita. Inisiasi YMI yang didukungan Seapeat dengan dana dari Uni Eropa ini juga menggandeng BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam, red) yang mempunyai kemampuan dan sumberdaya untuk memfasilitasi kegiatan ini.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu menempatkan masyarakat desa sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan. Dan juga menepis anggapan bahwa masyarakat terlibat dalam pembakaran hutan yang terjadi selama ini, serta mengingatkan kita bahwa masyarakat desa merupakan korban utama dari bencana ini. (lil/as)