Sosialisasi Skema Buntarov

Sosialisasi Skema Buntarov
Comments Off on Sosialisasi Skema Buntarov, 03/05/2014, by , in Related

JP-28, band asal Pekanbaru ini mencoba mengenalkan musiknya yang hampir seluruh materi lagunya mengangkat tema dan isu keperdulian terhadap permasalahan sosial dan lingkungan hidup. Karya lagu mereka seperti Macan Ompong dan BONO, saat ini rutin diputar di radio lingkungan GREEN FM, sebagai salah satu wahana publikasi dan wadah apresiasi yang ternyata mendapat sambutan yang positif dari para pendengar.

Dalam upaya mensosialisasikan skema Buntarov (keBUN – TAnggul – mangROV) yang digalakkan kembali oleh Yayasan Mitra Insani (YMI) dalam rangkaian kegiatan Pembangunan Wilayah Pesisir Berbasis Masyarakat, JP-28 Band membuat sebuah karya lagu yang berjudul BUNTAROV.

JP-28 Band yang beranggotakan Hisam Setiawan (Vocal), Moeljadi (Guitar), Ryandra (Bass) dan Sani Saragih (Drummer), adalah kumpulan anak muda ber-profesi sebagai penggiat lingkungan yang berada dibawah naungan Yayasan Mitra Insani. Mereka memaparkan, lagu ber-genre Balada Country ini rencannya akan berkolaborasi dengan pemusik tradisional dari desa Sapat kecamatan Kuindra kabupaten Indragiri Hilir.

JP-28 menuturkan, sanggar seni desa Sapat arahan Bapak Zukir Aini (Cik King) ini pernah berjaya di masanya, mereka pernah meraih berbagai prestasi yang membanggakan sampai dengan skala provinsi. Saat ini sanggar seakan mati suri setelah vakum selama 6 tahun terakhir. Kami berharap, inisiatif ini bisa membangkitkan semangat mereka untuk kembali berkarya dan bersama sama menyuarakan keperdulian terhadap lingkungan melalui karya seni lagu yang akan dikolaborasikan ini.

Cik King selaku tokoh masyarakat desa Sapat dan pimpinan sanggar seni Sapat, sangat menyambut baik tawaran yang datang dari JP-28 Band ini. Bermusik untuk menyuarakan kegiatan yang perduli dengan lingkungan dan berisi dengan himbauan keperdulian adalah sangat tidak lazim dilakukan oleh kelompok band anak muda karena sangat berbeda dengan mainstream di blantika musik Indonesia.

“Jarang sekali musisi yang mau mengangkat tema isu lingkungan hidup dan mau berkolaborasi dengan musik gambus melayu banjar seperti ini, saya kira kita perlu mendukung dan memberikan apresiasi atas inisiatif anak-anak ini”, tutur Cik King.

Saat ini, semua pihak yang terlibat dalam insiatif ini, sedang berupaya untuk menggalang dukungan dari berbagai pihak agar dapat merealisasikan hal ini. Menurut jadwal yang sudah mereka sepakati bersama, bulan Ramadhan yang jatuh pada bulan Juni mendatang kami sudah mulai masuk dapur rekaman. JP-28 Band bersama dengan kelompok pemusik tradisonal dari desa Sapat akan melakukan Live Track Recording disalah satu studio yang ada di Pekanbaru.

“Harapannya, kami bisa mendapatkan dukungan yang jika memungkinkan bisa sampai ke tahap pembuatan Video Klip-nya, sehingga upaya promosi skema BUNTAROV ini bisa lebih maksimal dan tujuan kita didalam pengelolaan wilayah pesisir berbasasis menyarakat bisa lebih besar gaungnya” tutur Sani Saragih dengan penuh semangat. (Sx3)