Si Malang Pohon Tempayang

Si Malang Pohon Tempayang
0 comments, 26/06/2014, by , in Related

Hutan sebagai penopang multi-sektoral bagi masyarakat, khususnya yang hidup disekitarnya. Sektor ekonomi adalah salah satu manfaat yang bisa masyarakat rasakan dari hutan. Masyarakat kenagarian Pangkalan Kapas, mendapat manfaat ekonomi dari hutan antara lain dari pohon Tempayang. Buahnya yang biasa disebut mokopo atau buah kembang semangkok. Dengan menebang pohonnya, masyarakat memetik buahnya. Ironis memang, kebutuhan ekonomi masyarakat sekitar hutan berbenturan dengan kelestarian ekologi hutan.

Pada pertengahan April 2014 yang lalu masyarakat kenagarian pangkalan kapas disibukkan dengan rutinitas musiman, mencari buah tempayang. Bentuk buahnya seperti melinjo namun memiliki warna agak kecoklatan, buah ini dipercaya mampu mengobati panas dalam, sariawan, menghilangkan sakit pada ambeyen, mencuci perut, demam, dll. Keinginan masyarakat masuk hutan berhari-hari mencari buah tempayang adalah karena harga jual buah ini yang cukup tinggi yaitu Rp. 155.0000/kg (harga di kenagarian pangkalan kapas). Nominal yang menggiurkan bagi masyarakat, sehingga tidak heran banyak yang menggantungkan harapan hidup pada buah tempayang ini disaat musimnya telah tiba.

buah tempayang, ymi

buah tempayang, ymi

Masyarakat menebang pohon tempayang untuk memperoleh buahnya, itu bertentangan dengan prinsip kelestarian ekologi hutan karena pohon tempayang menurut penduduk setempat memerlukan 5-7 tahun untuk dapat berbuah dan di tebang. Jika ini dilakukan terus-menerus dampak negatif akan terasa bagi hutan, populasi tempayang, dan bagi penduduk sekitar. Manfaat ekonomi yang sekarang masyarakat rasakan dari buah tempayang sekarang ini dapat hilang, karena populasi akan jauh berkurang tiap tahunnya. Tidak akan sebanding antara manfaat sekarang dengan masalah yang kan terjadi kelak.

“Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa berbasis kelestarian ekologi hutan” Herbert (YMI). Langkah antisipatif perlu dilakukan demi kelestarian ekologi hutan tanpa mengurangi manfaat yang dirasakan masyarakat sekarang. Mitra Insani (YMI), merangkul masyarakat dalam Kegiatan Pembibitan Tanaman Alam. Bibit tanaman alam yang salah satunya pohon tempayang didapatkan dari Kegiatan Identifikasi dan Pengumpulan Bibit Tanaman Alam di Hutan Kenagarian Pangkalan Kapas yang sudang dalam pengusulan SK Hutan Desa kepada Kementrian Kehutanan. Ibu-ibu PKK (Pembinaan Keluarga Sejahtera, red) diajak secara langsung sebagai pelaku Kegiatan Pembibitan Tanaman Alam ini. (as/mey)