Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/mitrains/public_html/wp-content/plugins/essential-grid/includes/item-skin.class.php on line 1422

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/mitrains/public_html/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2858
SEKOLAH LAPANG UNTUK PETANI GAMBUT : PENGELOLAAN LAHAN TANPA BAKAR DAN BERKELANJUTAN | Yayasan Mitra Insani

SEKOLAH LAPANG UNTUK PETANI GAMBUT : PENGELOLAAN LAHAN TANPA BAKAR DAN BERKELANJUTAN

SEKOLAH LAPANG UNTUK PETANI GAMBUT : PENGELOLAAN LAHAN TANPA BAKAR DAN BERKELANJUTAN
SEKOLAH LAPANG UNTUK PETANI GAMBUT : PENGELOLAAN LAHAN TANPA BAKAR DAN BERKELANJUTAN

Tantangan dalam  pengelolaan terhadap lahan gambut di Provinsi Riau masih menjadi prioritas banyak pihak, Yayasan Mitra Insani Melalui dukungan UNOPS (The United Nations Office for Project Services) bersama BRG (Badan restorasi Gambut) berupaya agar pemanfaatan lahan gambut tetap terus memperhatikan aspek lingkungan. Satu dari sekian upaya itu adalah mentransformasi pengetahuan dalam pengelolaan lahan gambut kepada petani dan kelompok masyarakat yang hidup di dalam kawasan / lahan gambut.

Lahan gambut merupakan aset sekaligus ancaman bagi perubahan iklim bumi, kenapa tidak? Karena cadangan karbon terbesar ada pada lahan gambut mampu menyimpan karbon lebih dari 4.000 Megagram (Mg) per hektar. Daerah yang memiliki lahan gambut saat ini telah berhadapan dengan ancaman nyata kebakaran hutan & lahan, penyiapan lahan pertanian skala luas  dengan cara membakar dapat dikatakan sebagai satu penyebab kerusakan lingkungan dan menggangu kesehatan karena asap.

Yayasan Mitra Insani melalui dukungan UNOPS (The United Nations Office for Project Services) bersama BRG (Badan restorasi Gambut) saat ini melakukan aktifitas dalam penangan isu yang telah di jelaskan, perlakukan terhadap lahan gambut untuk pertanian tanpa membakar lahan.

Edukasi Untuk Petani Lahan Gambut

10 desa yang tersebar di kabuaten di Provinsi Riau saat ini menjadi wilayah intervensi dalam peningkatan kapasitas yang di tujukan kepada petani di lahan gambut, antara lain : Kabupaten Rokan Hilir ( Desa Labuhan Tangga Baru, Desa Sungai Sialang, Desa Sungai Sialang Hulu) Kabupaten Siak ( Kampung Rempak, Kampung Langkai, Kampung Rawang Air Putih)  Kabupaten Kepulauan Meranti ( Desa Tanjung Padang, Desa Putri Puyu, Desa Mekar Delima, Desa Selat  Akar).

Peningkatan ini dilakukan dalam Sekolah Lapang Petani Gambut ( SLPG) yang di prioritaskan untuk petani / kelompok tani yang memang memanfaatkan lahan gambut sebagai sumber ekonomi. SLPG ini mengarah kepada peningkatan pemahaman/ pengetahuan terkait gambut dan praktek pengolahan penyiapan lahan.

Partisipasi petani lokal dalam kegiatan budidaya pertanian berkelanjutan di lahan gambut dapat dikembangkan bila petani atau kelompok  telah diberdayakan, sehingga dapat berperan secara aktif. Hal ini memerlukan adanya akses, informasi tentang teknik, manajemen, kelembagaan kegiatan, dan pengakuan atas keberadaan pengetahuan lokal, diharapkan melalui SLPG ini hal itu dapat tercapai.

Pertanian di Lahan Gambut yang Berkelanjutan

Pertanian berkelanjutan di lahan gambut merupakan teknik yang mengedepankan aspek ekologi, artinya adanya jaminan bahwa lahan gambut yang dikelola untuk pertanian dapat memenuhi kebutuhan masa kini tanpa menimbulkan risiko terhadap kerusakan lingkungan. Keberlanjutan dalam pertanian di lahan gambut mengandung arti bahwa setiap kegiatan dalam pengelolaan lahan gambut harus mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan (ekologi) secara terintegrasi dan holistik berbasis sistem manajemen lingkungan (SML).

Pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian berkelanjutan mesti memperhatikan beberapa hal peting sebagai faktor kunci seperti pengelolaan tinggi muka air, meminimalisir turunnya permukaan gambut, mencegah kebakaran, dan mengentaskan kemisikinan dalam artian kata mampu meningkatkan aspek ekonomi petani/masyarakat.

Mini Demplot Sebagai Sarana Belajar & Pupuk F1 Embio

Sekolah Lapang Petani Gambut di 10 desa telah menyiapkan demplot ukuran 20 x 20 m, di setiap desanya sebagai sarana belajar bagi petani/kelompok untuk melihat tantangan dan solusi serta dapat di praktekan dikemudian haridisetiap lahan milik petani. Terdapat beberapa tanaman yang ditanam seperti jahe, cabe, timun, kencur dan beberapa tanaman lainya sebagai uji coba di demplot.

Dalam proses ini kelompok di ajarkan bagaimana petani mencecah ranting, rumput dan tumbuhan yang ada di demplot yang nantinya akan menjadi bagian unsur untuk menyuburkan tanah. Dalam proses lainnnya petani telah diajarkan untuk membuat pupuk organic yang di beri nama F1 embio, pupuk ini dibuat dari bahan – bahan yang sangat gampang untuk di dapat.

F1 Embio merupakan pupuk yang sangat membantu dilahan gambut untuk menyuburkan tanah dan mengurangi pengeluaran untuk pembelian pupuk kimia yang selama ini digunakan petani dalam pertanian. Disamping pupuk kimia juga berbahaya bagi keberlanjutan tanah dan bahaya bagi lingkungan.

Untuk menghasilkan 5 liter f1 Embio hanya membutuhkan biaya Rp. 34.000 dengan penggunaan 1 Hektar Lahan hanya membutuhkan 3 Liter F1 Embio. Selain itu pupuk ini dapat di semprotkan ke daun sebagai perangsang pertumbuhan dan pemacu pertembuat vegetatiif pada tanaman muda

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Be informed!

Sign up for newsletter