Revitalisasi Ekosistem Blok Tesso Nilo Berbasis Masyarakat

Revitalisasi Ekosistem Blok Tesso Nilo Berbasis Masyarakat
0 comments, 19/10/2016, by , in Featured

Mitrainsani.or.id| Berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, Nomor : SK.4271/Menlhk-Setjen/Rokum/HPL.1/9/2016 Tentang Pembentukan Tim Operasional Revitalisasi Ekosistem Tesso Nilo Dengan Pendekatan berbasis Masyarakat telah menimbang bahwa permasalahan Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo dan kawasan hutan sekitarnya perlu diselesaikan secara komprehensif dan sistematis untuk tujuan kemanfaatan bagi masyarakat.

Revitalisasi Ekosistem adalah proses atau cara dan atau perbuatan untuk menghidupkan atau menggiatkan kembali berbagai program kegiatan apapun disuatu kawasan yang mengalami krisis, baik dari aspek keberadaan hutan yang terancam, pemanfaatan hasil hutan oleh masyarakat, sampai kepada memperbaiki ekosistem di kawasan hutan lindung dan hutan alam yang telah rusak akibat perambahan.

Kawasan hutan Tesso Nilo, dulu dikenal sebagai kawasan hutan Langgam, pada awalnya ditetapkan sebagai Hutan Produksi Terbatas untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri dan produk kayu lainnya. Namun, seiring dengan hilangnya hutan maka permasalahan baru juga timbul.

Muslim Rasyid selaku direktur Yayasan Mitra Insani (YMI) mengatakan bahwa YMI, Jikalahari dan Walhi besama kelompok masyarakat sipil (CSO) lainnya ditunjuk oleh KLHK sebagai Tim Opersional dalam proses Revitalisasi Ekosistem Blok Tesso, dan sekarang sedang melakukan pertemuan intens dengan masyakat setempat terkait bagaimana langkah-langkah yang baik dilakukan dalam kegiatan ini.

“Revitalisasi ini merupakan tindak lanjut dari dicabutnya dua izin Perusahaan di kawasan Blok Teso, dan sekarang kita sedang mengupayakan langkah terbaik bersama masyarakat agar menjadi pelaku dan penerima manfaat utama dari proses revitalisasi kawasan ini” Ujar Muslim Rasyid. “proses identifikasi dan penyiapan sosial merupakan langkah awal yang harus dilakukan bersama masyarakat agar program ini bisa berjalan sebagai mana diharapkan, yang paling penting bukan untuk membuat masyarakat keluar dari kawasan akan tetapi bagaimana masyarakat terlibat aktif dalam proses Revitalisasi ekosistem dan mendapatkan manfaat dari kebijakan ini” tambah Beliau.

Proses Revitalisasi Ekosistem di Blok Tesso berbasis masyarakat akan dilakukan dengan pendekatan Perhutanan Sosial. Dari proses awal yang telah dilakukan berasama masyarakat usulan model yang mereka pilih lebih mengarah kepada Hutan Adat (HA). Pendekatan yang dipilih dan proses yang berlangsung dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran untuk memacu percepatan fasilitasi ruang kelola rakyat dikawasan lainnya melalui skema perhutanan sosial.