Profil Kanagarian Pangkalan Kapas

Profil Kanagarian Pangkalan Kapas
0 comments, 14/11/2016, by , in Featured

Mitrainsani.or.id| Kanagarian Pangkalan Kapas terdiri dari empat desa. Yaitu Desa Lubuk Bigau, Kebun Tinggi, Tanjung Permai dan Desa Pangkalan Kapas. Secara administratif Wilayah Adat Kenegerian Pangkalan Kapas berada didalam Kawasan Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Batas-batas wilayah desa Sebelah Barat berbatas dengan Nagari Koto Alam dan Nagari Manggilang Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatra Barat. Sebelah Utara berbatas dengan Jorong Buluh Kasok Nagari Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatra Barat. Sebelah Timur berbatas dengan Desa Tanjung Karang Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Sebelah Selatan berbatas dengan Desa Batu Sasak Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau dengan total luas Kanagarian Pangkalan Kapas adalah 14, 356 Ha dan jumlah penduduknya mencapai 1680 jiwa.
fly-over-forest

Topografi berbukit-bukit dan dilalui banyak anak sungai, Kanagarian Pangkalan Kapas merupakan bagian dari Bukit Barisan yang membentang di sepanjang Pulau Sumatera dengan komunitas adat yang masih menjaga tradisi dan kearifannya. Empat desa di Kanagarian Pangkalan Kapas, 98% mengandalkan perkebunan karet, setiap KK setidaknya memiliki 300 batang karet, kebun padi ladang dengan total sekitar 25 Ha.
komoditi-masyarakat

Secara struktur pemerintahan, setiap desa dipimpin oleh Kepala Desa dan Dinanungi juga oleh Lembaga Adat. terdapat 5 suku di Kanagarian Pangkalan Kapas, Pitopang, Pundulak, Putonga, Puntuko dan Punbalai yang di pimpin oleh Tiga Pucuk Adat/Ninik Mamak. Ada Pucuk Pimpinan, wakil dan Dubalang dari tiap suku. Jumlah Pucuk Pimpinan Adat yang Ada di Kenegerian Pangkalan Kapas adalah 15 orang. Dari yang 15 orang Pucuk Pimpinan Adat tersebut dipilih lagi 3 Orang untuk menjadi Ninik Mamak Kanagarian dengan pembagian tugas adalah sebagai berikut :
– Ninik Mamak Kenegerian bertugas mengurus permasalahan/urusan yang umum seluruh suku yang ada di Kenegerian Pangkalan Kapas, termasuk urusan dengan pihak luar.
– Pucuk Pimpinan Adat Bertugas Mengurus urusan dalam suku dan antar suku.
– Wakil Pucuk Adat bertugas membantu dan mewakili Pucuk Adat ketika ada halangan.
– Dubalang bertugas sebagai benteng (menjemput yang jauh mengangkat yang berat)

pertemuan-anak-anak-sungai
Keberadaan Kanagarian ini sangat berperan penting dalam menjaga Hulu DAS Kampar, selain sebagai cadangan air bersih, terdapat banyak potensi di kawasan ini. Potensi alam yang berada di kawasan Kanagarian Pangkalan Kapas menjadi hal penting yang dipertahankan, terdapat hutan alam di wilayah tersebut yang masih memiliki beragam jenis pepohonan dan tumbuhan seperti Kayu Kulim, Timosu, Meranti, Banio, Medang, Kruing Rotan (Manau, Rotan Tunggal, Rotan Jonang/Jernang, Rotan Semut, dan berbagai jenis rotan lainnya). Berbagai Tumbuhan Obat (Pasak Bumi, Akar Kuning, Menyan, Empedu Bumi, Akar Kasok, dan berbagai lainnya). Berbagai jenis Buah-buahan (Tempayang, Tampui, Durian, Pencong, Asam, dan berbagai lainnya) dan Angrek Hutan. terdapat binatang yang dilindungi antara lain Harimau,Burung Angkong (Kudun, Enggang, Kikiak, Kalau-kalau, Uban, dan lain-lain). Burung Beo, Murai Batu, Murai, Cuca Ijo, Kapas Tembak,Rusa,Kijang,Tapir, Landak (Gunjo, Singkek), Kambing Hutan/Kambing Gunung,Monyet (Siamang, Ungko, Beruk, Kera, Noka, Pukang, dan lain-lain),Berbagai Jenis Ular,Ayam Hutan, Babi Hutan dan yang terpenting adanya objek wisata alam, berupa air terjun yang bernama “Batang Kapas” yang memiliki ketinggian sekitar 153 m, Goa Batu Tilam yang terletak di Sungai Batu Tilam/Sungai Lukok dengan kedalaman diatas 500 meter dan mempunyai puluhan ruangan didalamnya.
sekolah

Sulitnya Infrastruktur akses Jalan menuju lokasi membuat Hasil pertanian seperti karet Menjadi Sulit dipasarkan, biaya operasional yang tinggi tidak seimbang dengan murahnya harga jual .
akses-menuju-lokasi
Minimnya Sarana Pendidikan, Sarana Kesehatan, Sarana Informasi/Komunikasi Membuat banyak sekali kerugian yang dialami masyarakat dan membuat wilayah ini semakin terisolir.
pustaka-desa-lubuk-bigau
Rendahnya SDM semakin mempersulit untuk mendapatkan Pekerjaan ditambah lagi beberapa masalah seperti ancaman banjir dan longsor, penebangan liar dari pihak – pihak luar masyarakat Kanagraian Pangkalan Kapas.