Persiapan mencegah kebakaran hutan dan lahan

Persiapan mencegah kebakaran hutan dan lahan
0 comments, 19/06/2016, by , in Featured

Desa ini memiliki luasan kurang lebih 75 ribu Ha. Letak desa ini berada di tepi jalan lintas Dumai Sungai Pakning. Setiap tahun, pada saat musim kemarau . desa ini menjadi medan peperangan. Peperangan yang sejak 18 tahun sudah berlangsung. Perang antara manusia dengan api. Kebakaran hutan, menjadi momok bagi masyarakat di desa ini. Kebakaran semakin menghebat pada saat musim angin Utara yaitu pada bulan Desember sampai dengan bulan Maret, kebakaran akan semakin hebat, karena letak desa ini berada di persimpangan antara selat Malaka dan Sumatera, angin yang berhembus dari selat Malaka menuju Sumatra menambah besar api.

Mitra Insani6

Sisa-sisa kebakaran terlihat jelas dari tepi jalan tempat saya berdiri. Hamparan tanah terbuka dengan semak semak yang baru tumbuh diantara tunggul-tunggul kayu yang menjadi arang menjadi pemandangan yang mendominasi. “ ini bekas kebakaran pada tahun 2015 kemarin, satu bulan kami tidak pulang ke rumah karena kebakaran kemari, dipadamkan di kiri, bunga api loncat ke sebelah kanan, lahan di sebelah kanan terbakar, seperti itu terus, sampai api benar-benar padam. “ ujar salah seorang petugas Masyarakat Peduli Api (MPA) kepada saya. Oh iya, saya lupa menjelaskan nama desa yang saya kunjungi. Desa ini bernama desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

Mitra Insani7

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, pameo ini menjadi dasar pedoman masyarakat desa Sepahat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun datang di desa mereka. Dengan bantuan dari Yayasan Mitra Insani (YMI) dan United Nation Development Programe (UNDP), bersama masyarakat mereka membangun berbagai macam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Mitra Insani5

Syafrizal, Ketua MPA Desa Sepahat

Salah satunya adalah pembuatan sumur bor. Pembuatan sumur bor bertujuan sebagai sumber air alternatif jika sumber air yang berasal dari parit tidak bisa dicapai oleh selang pemadam. Ada enam buah sumur yang dibuat di desa Sepahat yang masing-masing disebar di titik-titik rawan kebakaran lahan. Diantaranya yang berada di lahan K2I, lahan ini sekarang menjadi lahan tak bertuan dengan luasan kurang lebih 2.200 Ha.

Mitra Insani

Kedalaman enam sumur yang berada di desa Sepahat adalah 30 meter, menurut ketua MPA desa Sepahat Syafrizal untuk desa Sepahat, pada kedalaman 30 meter, mereka sudah mendapatkan air yang bisa digunakan. Jarak antara sumur bor dengan parit yang sudah disekat, 250 sampai dengan 300 meter. Tujuannya agar pada saat pemadaman, air bisa dicapai.

Ketua MPA memompa sumur bor yang dipersiapkan untuk membantu proses pemadaman jika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Air berwarna merah keluar dari pipa sumur. “Kami sudah mempersiapkan diri. Sumur bor, sekat kanal, embung, dan patroli rutin adalah beberapa hal yang kami persiapkan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan”.