Pelibatan Para-Pihak dalam penyelamatan kawasan pesisir Berbasis masyrakat

Pelibatan Para-Pihak dalam penyelamatan kawasan pesisir Berbasis masyrakat
0 comments, 21/02/2017, by , in Featured

Mitrainsani.or.id | Saat ini proses pengusulan Ruang kolala masyarakat atas hutan masih menunggu keputusan yang nantinya di terbitkan oleh Mentri Lingkungan Hidup, menjelang keputusan pengelolaan hutan berbasis masyarakat ini di sahkan, Yayasan Mitra Insani (YMI) secara bertahap memberikan pemahaman dan penguatan kepada kelompok masyarakat yang akan mengelola Perhutanan Sosial di Kecamatan KUINDRA Kab. Indragiri Hilir bagaimana pengelolaan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam di kawasan pesisir secara lestari.

YMI bersama masyarakat di Kec. KUINDRA melakukan kegiatan bersama dalam memberikan pemahaman betapa pentingnya menjaga kawasan Hutan, baik itu Hutannya maupun sungai yang terdapat didalamnya harus dijaga dan di kelola secara arif dan bijak oleh masyrakat desa sendiri. Dalam hal ini pemerintah Kelurahan Sapat mulai mensinergikan antara Pemerintah Kelurahan kepada dinas Perikanan, Dinas Badan Lingkungan Hidup, Pihak kemanan dalam hal ini Polisi sektor (Polsek) dan komando Rayon Militer (Koramel) saling bersinergi dalam menjaga dan memberikan dukungan atas aksi pencegahan, pengawasan, penjagaan. Melalui kegiatan yang digagas Mitra Insani dan pemerintah Kelurahan Sapat Pada 07 Febuari 2017.
YMI KUINDRA
Kegiatan ini juga bertujuan Untuk saling memberikan informasi dan pemahaman mengenai lingkungan dan perikanan dan persoalan yang berhubungan dengan kawasan pesisir. Dalam kegiatan ini masyrakat berkesempatan secara langsung menyampaikan kepada pemerintah hal-hal beberapa persoalan mengenai Perikanan dan Kehutanan, kegiatan Temu ramah ini di laksanakan di Kelurahan Sapat tepatnya parit 18 Ujung Sapat yang mana lokasi ini adalah perbatasan wilayah administrasi Kelurahan sapat-Desa Tanjung Melayu dan Desa Perigi Raja.

Terdapat permasalahan kerusakan lingkungan dan ekosistem yang dilakukan oleh masyarakat daerah pesisir itu sendiri seperti melakukan penangkapan ikan dengan cara Meracun (mengunakan zat kimia berbahaya), Sentrum (penangkapan dengan cara alat listrik) bahkan bom yang dapat mengancam bukan hanya ikan dan biota laut saja namun juga sangat berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya.
YMI Pemasangan Plang Pengumuman
Dari kegiatan ini di hasilkan kesepahaman bersama antara masyrakat dan pemerintah (kecamatan dan dinas perikanan) untuk sama-sama menjaga kawasan pesisir di wilayah masing masing. di akhiri dengan pemasangan plang Larangan Mengangkap ikan dengan cara yang ilegal yang tertuang dalam UU perikanan, pemasangan plang disaksikan langsung oleh Pemerintah Kelurahan, Kecamatan Dinas perikanan dan Masyrakat setempat. Plang Himbauan ini di Fasilitasi oleh Mitra Insani dengan jumlah 8 unit/Desa (tahapan awal desa sungai piyai dan kelurahan sapat) buah empat diantaranya UU Perikanan empat buah lagi UU Penebangan kayu ilegal. Pemasangan plang ini hari pertama di fokuskan di Kelurahan sapat dengan titik yang telah di tentukan oleh masyrakat dan pemerintah desa sebagai titik terawan atas kegiatan ilegal fishing.