Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan di Desa Harapan Jaya

Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan di Desa Harapan Jaya
Comments Off on Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan di Desa Harapan Jaya, 30/04/2014, by , in Related

Sudah 17 tahun kebakaran hutan “menenggelamkan” Riau dengan berbagai polemik yang berada dalamnya. Permasalahan multi-dimensi sepertinya menjadi momok yang menakutkan bagi siapapun yang berusaha memutuskan rantai bencana ini. Kebakaran hutan awal tahun ini sepertinya berada dipuncak dari tahun-tahun sebelumnya. Yang mungkin kebetulan Riau berada ditampuk kepemimpinan gubernur baru yang banyak dipandang masyarakat kurang nyata perlawannya terhadap kebakaran hutan yang terjadi. Hingga Presiden turun tangan langsung ke Riau menangani masalah tersebut.

Masyarakat sering kali terjerembab dalam lingkaran rantai kebakaran hutan, baik sebagai objek maupun sebagai subjek. Kerugian yang diderita masyarakat tidak dapat dihindari, dari segi materi dan imateri. Maka dibutuhkan langkah yang konkrit untuk mengakhiri siklus tahunan Riau ini. Hal ini yang melandasi Mitra Insani untuk menginisiasi sebuah kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan.

“Kita mencoba mengembangkan desa yang zero-burning” Zainuri Hasyim.

Harapan Jaya

Desa Harapan Jaya dipilih sebagai tempat pelatihan tersebut, antaralain karena terletak pada lahan gambut yang rawan terbakar. Desa tersebut juga mempunyai sebuah oranisasi Masyarakat Peduli Api (MPA) yang mendapat SK dari Bupati Inhil (Inderagiri Hilir, red). Sudah tersedianya peralatan pemadaman kebakaran yang merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten, perusahaan-perusahaan perkebunan disekitar, serta dari Mitra Insani melalui Seapeat (Sustainable Peatland Management in South-East Asia, red) di desa Harapan Jaya juga menjadi pertimbangan diadakaannya pelatihan pencegahan dan pemadaman di desa tersebut.

Pada 29-30 April 2014, pelatihan ini diikuti tidak kurang dari 40 warga desa, yang terdiri dari 35 orang pria dan 5 orang wanita. Inisiasi YMI yang didukungan Seapeat dengan dana dari Uni Eropa ini juga menggandeng BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam, red) yang mempunyai kemampuan dan sumberdaya untuk memfasilitasi kegiatan ini.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu menempatkan masyarakat desa sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan. Dan juga menepis anggapan bahwa masyarakat terlibat dalam pembakaran hutan yang terjadi selama ini, serta mengingatkan kita bahwa masyarakat desa merupakan korban utama dari bencana ini.