Menyelamatkan Air Terjun Pangkalan Kapas

Menyelamatkan Air Terjun Pangkalan Kapas
0 comments, 18/06/2014, by , in Related
Air terjun Pangakalan Kapas Kampar Riau

Nampak mahasiswa mapala sedang mengamati air terjun.

Potensi eko-wisata yang terdapat di Kenagarian Pangkalan Kapas, kabupaten Kampar – provinsi Riau sangat menarik untuk jelajahi. Beberapa warga menyebutkan ini adalah salah satu alasan mereka mengusulkan Hutan Desa Kenagarian Pangkalan Kapas. Mereka khawatir potensi ini tidak terurus atau malah rusak jika ada industri yang masuk wilayah mereka. Kekhawatiran ini tidaklah berlebihan, mengingat kerusakan ekosistem akibat industrilisasi tentu akan berdampak banyak pada keindahan air terjun tersebut.

Air terjun ini masuk dalam usulan hutan desa kenagarian Pangkalan Kapas, yang tepatnya terletak di desa Lubuk Bigau. Berdasarkan pengukuran oleh masyarakat maupun wisatawan yang datang baik lokal maupun internasional air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 150 m. Dan ini merupakan air terjun tertinggi di Riau. Keindahan luarbiasa nampak dari berbagai sudut di airterjun ini. Dasar air terjun yang dipenuhi batu-batu berukuran super besar yang ditumbuhi lumut dan tumbuhan membuat pemandangan sejuk dan segar. Dari dasar hingga aliran sungai dipenuhi batu besar dengan suara air mengalir mengikuti rongga-rongga diantara tumpukan batu. Disekeliling dasar air terjun dan sungai ditumbuhi pohon besar seperti Meranti, Tempayang, Kulim dan lain-lain. Tanaman perdu dan semak belukar juga mewarnai rimbun hijau disela pohon besar.

Air terjun pangkalan kapas Kampar Riau

Pemandangan dari puncak air terjun.

Air terjun Pangakalan Kapas Kampar Riau

Air terjun Pangakalan Kapas Kampar Riau

Dari dasar air terjun sudah nampak landscape yang luar biasa, ketika melihat ke bukit diantara air terjun itu terlihat pahatan batu pada bukit yang luar biasa. Ukiran alam dari Yang Maha Kuasa yang membentuk relief yang menampakan garis dari lapisan bukit batu tersebut. Terdepat celah-celah dari sisa batu yang gugur ditengah bukit tersebut yang sering dijadikan tempat bermalam oleh para pendaki atau warga yang berburu disekitar air terjun. Pemandangan yang didapat dari tengah ini pun luar biasa, bisa kita melihat perbukitan disekitar dari balik air terjun. Diatas langit-langit terdapat puluhan sarang lebah dan beberapa sarang walet. Disekitar celah tersebut juga banyak terdapat kotoran kambing gunung dan jejak babi hutan.

Pada puncak air terjun seperti terlihat air yang keluar dari dalam batu dengan pohon dan semak yang menjuntai disampingnya. Setelah ditelusuri, sungai diatas bukit tersebut dasar sungai memang didominasi batu. Sungai itu mengalir diantara bukit batu. Penelusuran hulu sungai tersebut pun sudah berusaha dilakukan. Sungai bercabang dan terjal tersebut salahsatu cabangnya sampai diperbatasan Riau-Sumatera Barat.

Air terjun pangkalan kapas Kampar Riau

Celah batu yang sering dijadikan tempat menginap.

“Kami ingin menjadikan air terjun ini sebagai tujuan Eko-wisata minat khusus yang terkenal, dan kami akan berusaha menjaga kelestariannya.” Ungkap Rama pemuda desa Lubuk Bigau, yang menyertai tim Mitra Insani disekitar air terjun selama beberapa hari.  Kebanggaan warga desa khususnya kaum pemuda akan air terjun tersebut sangatlah besar, sehingga mendorong mereka untuk melakukan sesuatu demi kelestariannya. Bersama Mitra Insani dan seluruh lapisan masyarakat, Hutan Desa Kenagarian Pangkalan Kapas akan terus diperjuangkan hingga mendapatkan SK dari Menteri Kehutanan. (as)