Memperkuat Kelembagaan Lokal menuju Kelestarian Ekosistem

Memperkuat Kelembagaan Lokal menuju Kelestarian Ekosistem
0 comments, 05/02/2014, by , in Related

Hutan mangrove dan rawa gambut merupakan kawasan penting bagi mahluk hidup dan ekosistem tertentu untuk berkembangbiak didalamnya, namun baik kita sendiri dan masyarakat yang hidup di sekitarnya masih banyak yang minim bahkan belum Sama sekali mendapat informasi. Masyarakat belum mengerti fungsi dan manfaat penting dari adanya kawasan tersebut. Masyarakat desa dan kawasan yang letak geografisnya begitu jauh dari pusat keramaian membuat keberadaan kawasan dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya sedikit sekali mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak.

Kita banyak lihat di lapangan kawasan-kawasan mangrove dan rawa gambut yang sengaja di rubah bentuk menjadi pusat pemukiman, lahan-lahan perkebunan dan lahan pertambakan, atau bahkan sengaja di rusak untuk diambil kayunya yang kemudian dibiarkan begitu saja sehingga keberadaannya sangat memperhatinkan.

Desa Tabalajaya adalah sebuah desa Transmigrasi yang termasuk kedalam wilayah kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin dimana wilayahnya berbatasan langsung dengan Taman Nasional Sembilang (TNS) yang berada di Propinsi Sumatera Selatan sehingga desa ini menjadi salah satu desa penyangga (Bufferzone).

Perjalanan untuk sampai di Desa tabalajaya kita harus melalui jalur laut menuju selat Bangka dari Kota Palembang dengan menggunakan speedboart yang ditempuh selama ± 3 jam, dan selama di perjalanan kita bisa menikmati lebatnya hutan magrove dan rawa gambut serta jenis-jenis burung dan hewan-hewan lainnya yang mencari makan di sepanjang pingiran sungai dan pepohonan hutan mangrove.

Dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat di sekitar kawasan secara langsung dan ikut menjaga dan melestarikan Ekosistem Mangrove dan Rawa Gambut yang sekaligus sebagai jalur dalam memberikan informasi terhadap pentingnya kawasan tersebut bagi semua pihak, melalui Program Bioright yang dilakukan oleh Wahana Bumi Hijau (WBH) Sumsel yang bekerjasama dengan Ekosistem Alians (EA), telah membentuk kelembagaan lokal yang kegiatannya akan melakukan konservasi kembali pada lahan-lahan kritis di sekitar perbatasan desa atau di dalam kawasan TNS itu sendiri, salah satu kegiatan yang sudah dilakukan oleh kelompok masyarakat, yaitu membuat pembibitan pohon (Jabon,bakau-bakauan,trembesi, mahoni).

Adapun Metode Program Bioright yang di lakukan oleh WBH yang bekerjasama dengan EA adalah sebuah program konservasi dan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk peningkatan ekonomi produktif (Livelihood), yang mana kelompok diberikan pinjaman modal usaha tanpa bunga yang kompensasinya dari setiap pinjaman modal tersebut kelompok wajib menanam dan merawat pohon tertentu yang sekaligus memiliki nilai ekomonis untuk jangka panjang bagi mereka sendiri, salah satu jenis yang sudah mereka tanam sebelumnya adalah jenis pohon Jabon (Anthocephalus cadamba).

Oleh karenanya Pembentukan Kelembagaan Lokal dan bentuk-bentuk kegiatan Pemberdayaan dalam upaya peningkatan kapasitas tentang Lingkungan dan Hutan untuk Kelembagaan Lokal perlu di lakukan secara kontinu, sehingga peran aktif kelompok masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kawasan mangrove dan rawa gambut melalui metode Bioright ini bisa dikembangkan pada daerah-daerah kritis lainnya yang ada di indonesia.