Membuat cadangan air untuk kemudahan pemadaman

Membuat cadangan air untuk kemudahan pemadaman
0 comments, 19/06/2016, by , in Featured

Asap dari mesin bermerk dong feng dan suaranya yang memekakkan telinga tidak menghalangi nyamuk-nyamuk perkebunan karet menggiti lengan, kaki, dan paha belakang. Mereka berpesta. Sebuah segitiga yang tebuat dari kayu berada didepan saya, diatas segitiga, besi sepanjang lima meter ditarik dengan menggunakan katrol. “ Sebentar lagi akan dibor bang” ujar salah seorang pemuda desa yang berdiri sebelah kanan saya.

01_32 copy

Sumur bor yang akan mereka buat ini, berada di desa Tenggayun, Kecamayan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Desa Tenggayun merupakan salah satu desa di Kecamtan Bukit Batu yang rawan kebakaran hutan dan lahan. Satu kilometer kearah selatan dari bibir pantai Tenggayun, terdapat lahan-lahan gambut dengan kedalaman sampai dengan tujuh meter. Menurut keterangan ketua MPA desa Tenggayun, pada tahun 2015, pernah terjadi kebakaran besar pada lahan gambut di desa Tenggayun. Enam ha kebun sawit di parit Bangkinang, dilalap si jago merah saat itu.

01_15 copy

Pada tahun 2016, bersama dengan enam desa lain nya di kecamatan Bukit Batu, Tenggayun mendapatkan bantuan dari UNDP melalui Yayasan Mitra Insani, program pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat desa Tenggayun membuat sumur bor, sekat kanal, dan embung.

01_26 copy

Mereka membuat enam sumur bor, titik sumur bor ini berjarak 300 meter dari parit yang disekat. Yanto menjelaskan kepada saya alasan membuat sumur bor ini. “ Kami membuat sumur bor di beberapa titik rawan kebakaran. Alasan kami membuat sumur berjarak 300 meter sebagai cadangan air, jika terjadi kebakaran lahan, selang kami sepanjang 120 meter bisa mendapatkan cadangan air , jika kebakaran jauh dari parit yang disekat”. Bantuan alat pemadam kebakaran, berupa selang pemadam sepanjang 30 meter, ditakutkan tidak bisa mencapai sumber air dari parit yang disekat. Dengan adanya sumur bor, jika terjadi kebakaran dititik yang rawan. Maka pemadaman dapat dengan mudah dilaksanakan. Enam titik sumur bor itu berada di 2 titik di parit penghulu perbatsan Desa Sepahat dan Desa Tenggayun. Titik berikutnya di Parit Penghulu dan Parit Nurdin, kemudian titik lainnya di Sekolah Aliyah, daerah parit Kutap, Parit Bangkinang, Sungai Sawah.

01_11 copy

Ada yang unik dalam pembuatan sumur bor di desa Tenggayun,. UNDP menetapkan kedalaman sumur bor adalah 30 meter. Pekerjaan yang membutuhkan waktu dua hari ini untuk sumur yang siap pakai. Desa Tenggayun memiliki perbedaan struktur geologis. “ Di sini, agar bisa mendapatkan air yang tidak bercampur dengan tanah, kami harus mengebor sedalam enam puluh meter, tujuannya agar pada saat sumur dipakai, tidak terdapat lumpur yang bisa merusak mesin pompa yang digunakan. Kalau mesin pompa rusak, pakai apa kami akan memadamkan kebakaran“ ujar Yanto yang lebih akrab disapa Beruang. Masyarakat Desa Tenggayun memodifikasi sumur bor yang akan mereka gunakan sesuai dengan struktur geologi yang ada di kampung mereka. Selain itu, tujuan pengeboran sedalam enampuluh meter ini bertujuan untuk mendapatkan cadangan air yang melimpah. Dengan perkiraan satu sumur ini akan mendapatkan cadangan air sebanyak enamribu liter.

01_20 copy

Bagaimana sumur bor yang kedalamannya enampuluh meter bisa mempunyai cadangan air enamribu liter?. Beruang menjelaskan bahwa pada bagian bawah sumur berbentuk seperti sumur besar atau lubang besar. Sedangkan pada bagian atas yang tampak hanyalah sebesar paralon yang ada. Tetapi bagian dalam berbentuk sumur. Sehingga cadangan air pada bagian dasar sumur dapat menyimpan banyak cadangan air.

01_21 copy

Perubahan rancangan ini dari yang semula hanya tiga puluh meter menjadi enampuluh meter tidak membuat pembiayaan menjadi naik, tetapi ini disiasati dengan kerjasama yang dibangun antara masyarakat dan tenaga ahli di bidang pengeboran sumur. Keduabelah pihak menyepakati tetang ini, sehingga program ini tetap berjalan baik tanpa memerlukan pembiaayan tambahan.

01_14 copy

Suara mesin pelan- pelan berkurang, salah seorang pekerja mendekatkan tanganya ke pipa plastik pelindung saat mengebor mata air. “ Abang melihat tanah liat yang berwarna keabuan itu, kami menyebutnya pasir bulan. Setelah pasir bulan habis, maka air tanah sudah bisa kami dapatkan “ ujar salah seorang pekerja. Bantuan sumur bor yang diberikan oleh UNDP memberikan manfaat yang besar bagi MPA desa Tenggayun. “ Meskipun MPA kami baru berumur dua bulan, namun, dengan bantuan yang diberikan, memberikan semangat bagi kami untuk mengamankan desa kami dari kebakaran lahan” ujar Ketua MPA Desa Tenggayun.

01_16 copy

Sumur ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Desa Tenggayun. Karena ini sebagai sumber air pemadaman ketika terjadi kebakaran. Apabila sumber air dari sungai atau parit jauh, maka sumur bor ini sangat membantu. Semoga nantinya akan adalagi yang dapat membantu desa kami dalam mencegah kebakaran dan menyiapkan antisipasi kebakaran jika terjadi. Terimakasih ini kami ucapkan untuk UNDP dan Yayasan Mitra Insani, semoga ini dapat berlanjut dalam membantu masyarakat, khususnya Desa Tenggayun.