Membasahi tanah cara mencegah kebakaran hutan dan lahan

Membasahi tanah cara mencegah kebakaran hutan dan lahan
0 comments, 19/06/2016, by , in Featured

“ada dua puluh lima sekat kanal di desa ini”. Kata-kata ini menjadi pembuka perbincangan, saya berbincang dengan ketua Masyarakat Peduli Api/ MPA di kantor Masyarakat Peduli Api/MPA. Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.   “Yayasan Mitra Insani/YMI yang mengenalkan kepada kami, manfaat dari sekat kanal. Pembangunan sekat kanal yang terbaru dibantu oleh UNDP”.

DSC00028

Sebelum adanya sekat-sekat kanal di desa Sepahat, desa yang berada di pesisir timur pantai pulau Sumatera ini merupakan medan perang dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Hal ini karena di desa ini banyak lahan-lahan gambut dengan kedalaman sampai dengan 8 meter yang dikeringkan untuk dibuka menjadi kawasan perkebunan. Begitu pemilik lahan memberikan kuasa kepada orang suruhannya untuk membuka lahan dengan cara membakar. Desa Sepahat ditutupi oleh kabut asap yang tebal. Bahkan, menurut salah seoran anggota MPA, “ bisa sebulan saya tidak pulang kerumah, hanya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan”.

Sepahat sekat kanal2

Pada tahun 2012, YMI memberikan bantuan pencegahan kebakaran hutan kepada masyarakat desa, program ini berupa pembuatan sekat kanal. Sekat kanal merupakan metode sederhana yang bertujuan untuk menjaga keberadaan tinggi air yang ada didalam kanal-kanal yang dibuat di kawasan lahan gambut. Kanal di tutup dengan menggunakan karung dan tiang pancang yang terbuat dari kayu-kayu lokal yang ada sekitar kanal. Untuk desa Sepahat, mereka menggunakan kayu mahang, kayu akasia, dan tengggek burung.

Sepahat sekat kanal5

Setelah tiang pancang disusun didalam kanal, maka kantung-kantung pasir akan disusun. Kantung pasir ini berfungsi sebagai sekat/penutup. Pada bagian atas kanal, terdapat pintu air. Tujuan pembuatan pintu air ini adalah, pada saat musim hujan, air yang melimpah ruah di kanal dapat diatur keluar dari kanal sehingga tidak menyebabkan kanal menjadi rusak karena terjangan air bah. Pembuatan pintu air untuk desa Sepahat, setinggi satu meter setengah lebih tinggi dari kondisi air saat kemarau tujuannya agar pada saat musim kemarau, air tidak menghilang melewati pintu air. Pembuatan sekat kanal di desa Sepahat, berdasarkan urun rembuk masyarakat desa. Sebelum membangun sekat, mereka melihat terlebih dahulu, kanal-kanal mana kiranya yang bisa disekat. Kanal-kanal yang posisinya rendah, biasanya tidak perlu disekat. Jika disekat, maka pada saat musim penghujan akan menjadi banjir. Sekat kanal menjadi sangat efektif pada saat musim kemarau.

Sepahat sekat kanal7

Menurut Syafrizal sekat sekat kanal yang dibuat di desa Sepahat. Terbukti efektif mencegah kebakaran hutan dan lahan di desa mereka. Air di kanal yang bersekat, merembes ke lahan-lahan gambut disekitar kanal, sehingga lahan ini menjadi basah. Musim kemarau tidak terlalu ditakuti lagi. Dan, jika terjadi kebakaran lahan, sekat kanal bisa digunakan sebagai sumber air dalam memadamkan api. Dampak lain dari sekat kanal adalah, sawit-sawit yang selama ini meranggas, menjadi lebih subur pada saat gambut menjadi basah. Akar sawit mendapatkan cukup air.

Sepahat sekat kanal3

Berdasarkan hal ini, Desa Sepahat terus bergerak membangun sekat-sekat kanal, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di desa mereka. Selain itu, mereka juga memperkuat patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta dialog bahaya kebakaran lahan kepada warga pemilik kebun.