Kondisi Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di Riau Sektor MINERBA

Kondisi Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di Riau Sektor MINERBA
0 comments, 26/11/2016, by , in Featured

Mitrainsani.or.id|Energi yang bersumber dari ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA) memiliki keterbatasan, ekploitasi secara berlebihan dan lemahnya strategi pengelolaan dan pengawasan adalah kompleksitas permasalahan yang patut menjadi perhatian penuh bagi keselamatan masyarakat & lingkungan.

Tata kelola Sumber Daya Alam dikatakan baik jika dilakukan dengan berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas serta mengedapankan prinsip partisipatif. Permasalahan yang terjadi biasanya karena mekanisme yang tidak transparan dan akuntabel. Sehingga menjadi penghambat partisipasi publik untuk turut serta melakukan pengawasan dengan baik bersama pemerintah yang memiliki kewenangan atas pengelolaan sumberdaya alam tersebut.

Sedikitnya sebanyak 309.129 hektar kawasan di Provinsi Riau diberikan sebagai kawasan konsesi pertambangan baik mineral maupun batubara. 78% (221.76 ha) dikelola sebagai wilayah pertambangan batubara, 28% (87.392 ha) di berikan untuk konsesi pertambangan mineral.

Terdapat 79 unit Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan PKB2B yang tersebar hampir diseluruh daerah kabupaten di Provinsi Riau. Sebanyak 49 unit merupakan IUP pertmabangan batabara, sedangkan 30 unit lainnya merupakan pertambangan mineral baik logam maupun non logam. 43 unit merupakan IUP yang telah bestatus produksi sedangkan 36 unit masih berstatus ekplorasi.

Berdasarkan data Distamben Provinsi Riau, per Maret 2015, terdapat 16 dari 46 IUP sektor batubara yang berstatus non CNC. Sedangkan di sektor Mineral (Logam / bukan logam) terdapat 24 dari 33 IUP yang masih berstatus non CNC. Dengan demikian menunjukkan bahwa, meskipun secara kuantitas, konsesi pertambangan di Riau tidak sebanyak daerah lain di sumatera, akan tetapi Provinsi Riau masih menghadapi perosalan pertambangan yang sama dengan daerah lainnya.