Identifikasi dan Pengumpulan Bibit Tanaman Alam di Hutan Kenagarian Pangkalan Kapas

Identifikasi dan Pengumpulan Bibit Tanaman Alam di Hutan Kenagarian Pangkalan Kapas
0 comments, 20/06/2014, by , in Related
Kenagarian Pangkalan Kapas

Mahasiswa Mapala Pylomina Unri sedang mengukur diameter pohon.

Usulan Hutan Desa Kenagarian Pangkalan Kapas Kabupaten Kampar provinsi Riau yang sudah berjalan melalui proses identifikasi dan pengumpulan bibit tanaman alam yang ada di hutan Kenagarian Pangkalan Kapas pada 6-11 Juni 2014. Langkah ini dilakukan dengan tujuan menemukan potensi lain dari hutan Kenagarian Pangkalan Kapas, selain potensi eko-wisata di Air Terjun Pangkalan Kapas. Disamping itu juga dilakukan pengumpulan bibit-bibit tanaman alam di hutan Kenagarian Pangkalan Kapas yang nanti akan diserahkan dan dibibitkan Ibu-ibu PKK Kenagarian Pangkalan Kapas. Kegiatan ini dilakukan oleh Mitra Insani, warga desa, dan mahaiswa mapala Pylomina Universitas Riau.

Rombongan berangkat dari desa Lubuk Bigau menuju Air terjun Pangkalan Kapas yang menjadi lokasi camp selama kegiatan. Berjumlah 10 orang berjalan kaki menyusuri hutan kenagarian pukul 16.30 WIB. Perjalanan malam hari dan banyaknya perbekalan membuat waktu tempuh molor menjadi 6 jam perjalanan yang biasa ditempuh dalam kondisi normal sekitar 3jam. Keesokan harinya dimulai kegiatan identifikasi dan pengumpulan bibit tanaman alam. Dimulai dengan penjelajahan area sekitar air terjun dan camp, kegiatan ini diikuti semua anggota tim.

Kenagarian Pangkalan Kapas

Dokumentasi bibit tanaman alam.

Identifikasi dilakukan dengan pengukuran diameter, serta dokumentasi kulit dan daun pada tanaman-tanaman hutan. Pohon yang menjadi sample penelitian juga di catat koordinatnya menggunakan GPS (Global Positioning System, red) sebagai kelengkapan data. Penelusuran hulu diatas air terjun pun menjadi salah satu agenda kegiatan. Selain identifikasi dan pengumpulan bibit tanaman alam, diadakan juga penghitungan jumlah sarang lebah yang terdapat di dinding batu air terjun. Seluruh tim melakukan kegiatan ini dengan antusiasme yang tinggi, medan yang sulit dan terjal tidak menjadi halangan untuk melakukan kegiatan ini. Semua data dikumpulkan dan akan diolah pada kegiatan lanjutan.

Mitra Insani mengajak warga dan mahasiswa pecinta alam sebagai upaya merangkul berbagai segmen masyarakat untuk mengenali lingkungan dan turut serta dalam pelestarian hutan. Sehingga untuk masa yang akan datang kepedulian akan kelestarian hutan bisa dimiliki oleh setiap kalangan masyarakat. (as)