DAS Kampar : Masihkah Urat Nadi Masyarakat Hulu ke Hilir?

DAS Kampar : Masihkah Urat Nadi  Masyarakat Hulu ke Hilir?
0 comments, 15/10/2016, by , in Featured

Mitrainsani.or.id | Sungai Kampar memegang peranan penting bagi proses kehidupan. Mendapat prediket sebagai sungai terbesar di Riau, Daerah Aliran Sungai Kampar menjadi Penompang bagi penujang aspek – aspek keberlangsungan kehidupan mayarakat di wilayah aliran sungai.

Daerah aliran sungai (DAS) Kampar merupakan termasuk dalam wilayah sungai (WS) lintas provinsi bersama 6 DAS lainnya. Wilayah sungai yang mencakup DAS Kampar ini memiliki luas wilayah sungai 26.298 km2. DAS Kampar pada bagian hulunya terbagi atas dua sungai, yakni Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan wilayah tengah DAS Kampar terletak di Kelurahan Langgam,Kecamatan Langgam dan Wilayah Hilir terletak di Kec. Teluk Meranti

Kondisi Daerah Aliran Sungai Kampar Saat Ini

1. DAS Bagian Hulu Kampar
Dibagian DAS Kampar Kiri Hulu (Sungai Subayang) yang membelah Bukit Rimbang Baling, terdapat Kearifan Masyarakat Lokal adat dalam pemanfaatan wilayah sungai yang berkelanjutan, seperti Lubuk Larangan, Tradisi Semah Rantau dalam melestarikan sungai dan dibagian DAS Kampar Kanan Hulu juga terdapat Komunitas Adat Kenegerian Rumbio dengan kearifan hutan larangan adat, pengelolaan sumber air berbasis masyarakat, dan pengusahaan perikanan budidaya. Pemanfaatan lahan eksisting di bagian hulu ini mencakup 121.160 hektar merupakan kawasan hutan, 20.207 hektar semak-semak, 33.681 hektar perkebunan, 46.478 hektar lahan kering, 1.456 hektar lahan padi, 89 hektar lahan kritis, dan 459 hektar merupakan pemukiman. Sebagian besar tipe tanah merupakan rawan erosi, dan kontur lahan didominasi oleh lereng (BPDAS Agam Kuantan, 2007).

2. DAS bagian pertengahan
Terdapat masyarakat lokal Melayu yang terjepit di antara penguasan lahan dan hutan oleh perusahaan. Minimnya akses masyarakat terhadap sumberdaya lahan dan hutan, ditambah dengan adanya penambangan emas tanpa izin menjadi salah satu sumber permasalahan yang dihadapi masyarakat. Potensi perikanan cukup melimpah di bagian tengah DAS ini, akan tetapi belum bisa memberikan kontribusi yang cukup berarti. Kehadiran perusahaan dibidang kehutanan tidak memberikan dampak yang berarti bagi kesejahteraan masyarakat. Bencana banjir juga dihadapi masyarakat setiap tahunnya. Potensi wisata juga terdapat di kelurahan langgam adalah Danau Tajwid yang juga dimanfaatkan sebagai sumber penopang perekonomian masyarakat.

3. DAS Bagian hilir
merupakan kawasan hutan rawa gambut Semenanjung Kampar dengan kompleksitas permasalahan pada aspek lingkungan dan sosial. Terdapat perusahaan terbesar di Asia berdiri di bagian hilir ini yang masuk ke Kabupaten Pelalawan. Masalah deforestasi, kerusakan hutan rawa gambut, dan desa-desa dengan tingkat kemiskinan merupakan potret di bagian Kawasan hilir. keberadaan perusahaan kehutanan dan perkebunan juga tidak memberikan kontribusi baik bagi masyarakat dan lingkungan, kemudian tidak adanya ruang kelola kehutanan menjadi permasalahan bagi masyarakat sekitar dalam menunjang kehidupan. Jika dikelola dengan baik, potensi ekowisata yang terdapat pada bagian hulu ini memiliki potensi yang besar untuk dapat berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.